Senin, 02 Maret 2015

Memotret Anak-anak: Fokus pada Bahasa Mata

Jakarta - Tantangan terbesar membuat seri portrait anak kecil -- apalagi masih Taman Kanak-kanak (TK) yang bukan model profesional yakni bagaimana berkomunikasi dengan mereka. Maklum, anak-anak mempunyai kebiasaaan dan bahasanya masing-masing.

Bila komunikasi lancar, maka konsep dan ide cerita mampu tertata apik dalam bahasa visual yang menarik. Komposisi yang dihasilkan juga enak dilihat. Mau 1 atau 10 anak-anak, tidak akan ada masalah jika sang fotografer dapat menjadi bagian dari mereka.

Berikut resep sederhana menghasilkan seri portrait anak-anak yang atraktif:

Pertama, komunikasikan dengan orangtua mereka secara nyaman. Ungkapkan ekspektasi Anda, keinginan dan konsep foto yang akan Anda hasilkan. Diharapkan, orangtuanya mampu membahasakan dalam narasi yang paling bisa dipahami dengan anak-anak tersebut, baik sebelum maupun saat sesi pemotretan.

Kedua, lakukan pendekatan dengan anak-anak yang akan menjadi aktor utama. Bisa dengan mengajak mengobrol atau sekadar berkenalan dan menanyakan kebiasaan mereka. Sedikit sok tau dan sok akrab tidak ada salahnya. Pastikan menjadi bagian dari mereka yang bisa diajak bermain sehingga sangat membantu saat pemotretan.

Tidak ada salahnya meminta bantuan satu atau dua orang pengarah gaya. Setidaknya yang akan menjembatani bila ada kesulitan komunikasi saat pemotretan. Maklum, anak-anak akan lebih menurut bila ditemani orang yang sudah dikenal akrab.